PASSWORD / KATA SANDI / SISTEM KEAMANAN PADA PERANGKAT ELEKTRONIK
Password adalah suatu bentuk dari data
otentikasi rahasia yang digunakan untuk mengontrol akses ke dalam suatu sumber
informasi. Password akan dirahasiakan dari mereka yang tidak diijinkan untuk
mengakses, dan mereka yang ingin mengetahui akses tersebut akan diuji apakah
layak atau tidak untuk memperolehnya.
Walaupun demikian, password bukan
berarti suatu bentuk kata-kata; tentu saja password yang bukan suatu kata yang
mempunyai arti akan lebih sulit untuk ditebak. Sebagai tambahan, password
sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih tepat disebut pass
phrase. Password kadang-kadang digunakan juga dalam suatu bentuk
yang hanya berisi angka (numeric); salah satu contohnya adalah Personal
Identification Number (PIN). Password umumnya cukup pendek sehingga
mudah untuk diingat.
2. Perkembangan
Password
Perkembangan otentikasi password ini
dapat dilihat dengan contoh-contoh dari kelemahan, sistem yang mudah
dibahayakan, yang kebanyakan masih digunakan sampai saat ini. Dibawah ini akan
diperlihatkan beberapa kategori utama dari sistem otentikasi password,
bersamaan dengan beberapa contoh implementasi yang mengilustrasikan kekurangan
masing masing :
1)
Otentikasi
Lemah (Weak Authentication)
Secara umum, sistem dengan otentikasi yang lemah
dicirikan dengan protokol yang memiliki kebocoran password langsung
diatas jaringan atau membocorkan informasi yang cukup untuk diketahui
‘penyerang’ sehingga password dapat dianalisis dan ditebak.
• Cleartext Passwords
Metode
otentikasi yang paling tidak aman adalah menyimpan password pada database di suatu tempat di server. Selama otentikasi, user mengirim password
langsung ke server dan server akan
membandingkan dengan password yang ada di server. Masalah keamanan disini sangat jelas terlihat.
• Hashed Passwords
Password pengguna dapat
dijalankan melalui suatu fungsi one-way hash, dimana dapat mengubahnya ke dalam urutan byte secara acak. Sebagai fungsi ini akan lebih
susah dikembalikkan: lebih mudah
mengubah password menjadi hash daripada hash menjadi password. Otentikasi terdiri
dari menjalankan fungsi hash ketika password diketik dan membandingkannya dengan password yang telah disimpan. Sistem seperti ini
masih digunakan sampai sekarang
pada sistem utama UNIX.
• Challange-Response
Untuk menghindari
kemunculan password secara langsung pada jaringan yang tidak terpercaya, dibuatlah sistem challangeresponse. Server akan mengirim beberapa challange,
yang mencirikan beberapa string
pendek secara acak. Sayangnya, sistem challange-response
sudah tidak mampu lagi mengimbangi aplikasi jaringan modern.
2)
Otentikasi
Kuat (Strong Authentication)
Walaupun enkripsi yang baik sudah ada sejak beberapa
dekade yang lalu, pengembangan
dari otentikasi protokol langsung yang kuat baru dimulai tahun 1990 dengan publikasi dari “EKE family of
algorithms”.
• EKE
Merupakan
keluarga protokol yang terdiri dari simetrik dan publickey cryptosystems untuk melakukan
otentikasi password. Untuk pertama
kalinya, protokol dapat menghindari dictionary attacks dan memung-kinkan pemberitahuan secara
rahasia tanpa melibatkan pihak
ketiga atau key-management.
• DH-EKE, SPEKE
EKE yang paling
terkenal dan aman, sama dengan protokol
pengganti kunci Diffie-Hellman. Sebagai contoh: DH-EKE, adalah EKE yang di-implementasikan
menggunakan Diffie-Hellman. Perbedaan
yang paling signifikan yaitu pada pertukaran pesan pada DH yang sekarang dienkripsi dengan shared password. Demikian juga dengan SPEKE, yang juga
berbasis Diffie-Hellman. Tetapi
password sekarang digunakan untuk mempengaruhi pemilihan dari parameter generator di dalam fungsi session-key generation.
• A-EKE
Merupakan
modifikasi dari EKE, biasa disebut Augmented-EKE; di-mana server dapat menyimpan beberapa yang tidak plaintextequivalent ke password pengguna. Protokol
ini adalah satu-satunya protokol
yang sampai saat ini tahan terhadap dictionary attacks dan tidak mempunyai database password yang
plaintext-equivalent. Sayangnya,
A-EKE mengorbankan kerahasiaan dalam usahanya untuk menghindari plaintext-equivalence.
3)
Gangguan
Otentikasi (Inconvenient Authentication)
Ketidakhadiran otentikasi yang kuat, teknologi otentikasi
password yang mudah,
membuat para pendesain sistem tahun 1980an mencoba teknik lain untuk menjamin keamanan password. Kebanyakan
dari sistem yang ada, tidak
sepenuhnya password-based dan sering membutuhkan sesuatu yang lebih pada bagian pengguna,
administrator, atau keduanya
untuk meng-operasikan secara halus. Ada tiga metode yang dapat dilakukan, yaitu
one-time passwords, Kerberos, dan SSH.
3. Proteksi Password
Upaya untuk
mengamankan proteksi password tersebut antara lain:
1)
Salting
String password yang diberikan pemakai ditambah suatu
string pendek sehingga mencapai panjang password tertentu.
2)
One-time Passwords
Password yang dimiliki
oleh pemakai diganti secara teratur, dimana seorang pemakai memiliki daftar password
sendiri sehingga untuk login ia selalu menggunakan password berikutnya. Dengan
cara ini pemakai akan menjadi lebih direpotkan karena harus menjaga daftar password
tersebut tidak sampai tercuri atau hilang.
3)
Satu pertanyaan dan jawaban yang
panjang
Yang mengharuskan
pemakai memberikan satu pertanyaan yang panjang beserta jawabannya, yang mana
pertanyaan dan jawabannya dapat dipilih oleh pemakai, yang mudah untuk diingat
sehingga ia tidak perlu menuliskannya pada kertas.
4)
Tanggapan-tanggapan
Pemakai diberikan
kebebasan untuk menggunakan satu atau beberapa algoritma sekaligus.
4. Password Policy / Kebijakan Pengamanan
Kebijakan pengamanan atau yang biasa dikenal dengan password policy adalah sekelompok
peraturan yang dibuat untuk meningkatkan keamanan informasi dengan mendorong
pengguna untuk memakai password yang kuat dan menggunakannya dengan
tepat. Kebijakan pengamanan sering menjadi bagian dari regulasi resmi suatu
organisasi. Kebijakan pengamanan dapat dilaporkan atau ditugaskan dengan
melakukan berbagai jenis pengujian ke dalam operating system.
Kebijaksanaan pengamanan biasanya sederhana dan umum
digunakan, dimana setiap pengguna dalam sistem dapat mengerti dan mengikutinya.
Isinya berupa tingkatan keamanan yang dapat melindungi data-data penting yang
disimpan oleh setiap user.
Beberapa hal yang dipertimbangkan dalam kebijaksanaan
pengamanan adalah siapa sajakah yang memiliki akses ke sistem, siapa sajakah yang
diizinkan untuk menginstall program ke dalam sistem, siapa memiliki data apa,
perbaikan terhadap kerusakan yang mungkin terjadi, dan penggunaan yang wajar
dari sistem.
5. Kesalahan Utama Para Pengguna Password
Ada lima kesalahan yang biasanya dilakukan orang sehingga
mengakibatkan data mereka dapat dicuri orang lain, login dapat di-hack,
dan sebagainya. Umumya orang mengunci pintu rumahnya terlebih dahulu sebelum
pergi meninggalkan rumah. Namun dalam penggunaan komputer, orang cenderung
bertindak ceroboh. Tidak hanya pengguna saja, tetapi termasuk juga
administratornya.
Dari kelima kesalahan tersebut, hanya empat yang
berkaitan erat dengan penggunaan password. Berikut ini adalah empat
kesalahan utama yang berhubungan dengan pengamanan password:
1) Menuliskan
password di kertas. Pengguna biasanya menuliskan password di secarik kertas dan
kemudian menempelkannya di PC atau di samping monitor. Mereka terlalu malas
mengingat password itu sehingga mencatatnya di kertas dan meletakkannya begitu
saja sehingga semua orang dapat membacanya. Hal ini didasarkan atas penelitian
yang dilakukan oleh lembaga security di US yang menyatakan sekitar 15-20%
penggunan disuatu perusahaan melakukan hal ini.
2) Pemilihan
password yang buruk. Di dalam memilih password, orang cenderung menggunakan
nama orang dekat, seperti nama suami atau istri, nama pacar, nama orang-tua,
nama binatang kesayangan, atau tulisan disekitar mereka yang gampang ditebak
oleh orang lain. Atau bahkan menggunakan tanggal lahir mereka sendiri. Password
yang buruk akan dengan gampang dicrack, apalagi kalau password itu sama
dengan username. Jika anda menggunakan password dengan kombinasi abjad,
nomor, dan huruf besarkecil (case sensitive), maka akan dibutuhkan waktu
yang cukup lama untuk meng-crack. Hal itu juga tergantung seberapa
panjang password yang digunakan. Saat ini beberapa situs tertentu menggunakan
kalimat sebagai password, misalnya situs “hushmail”.
3)
Meninggalkan komputer yang masih hidup
begitu saja. Banyak orang meninggalkan komputer mereka tanpa proteksi apa-apa.
Dengan demikian orang lain tinggal datang dan duduk untuk mengakses data.
Berbagai sistem operasi sudah memberikan fasilitas seperti screen saver yang
bisa diaktifkan passwordnya setelah lima menit (tergantung setting dari
pengguna) atau bisa di-lock begitu kita mau meninggalkan komputer kita.
4) Tidak adanya
kebijakan keamanan komputer di perusahaan. Bukan hal yang aneh jika banyak
perusahaan di Indonesia tidak memilikinya karena mereka masih belum peduli
dengan keamanan, terkecuali untuk perusahaan multinasional. Hal itupun karena
adanya keharusan dari headquarter yang mengharuskan mereka menerapkan
kebijakan itu di perusahaan mereka yang berada di Indonesia. Security policy
ini mengatur segala hal yang berkaitan dengan keamanan komputer, seperti
penerapan password untuk setiap orang (misalnya: panjang password minimal
9 karakter dengan kombinasi numerik dan karakter), yang juga disertai dengan
sanksi yang akan diberikan jika mereka melanggarnya.
6. Penggunaan Password yang Baik
Ada beberapa cara untuk menjaga keamanan komputer,
terutama dalam hal pemakaian password. Password merupakan hal vital dalam
proses otentikasi.
Penggunaan password yang baik dan efektif seharusnya:
1) Minimal
mempunyai panjang 6-8 karakter, yang dikombinasikan dengan karakter angka,
simbol atau menggunakan sensitive case.
2)
Tidak memiliki maksud atau makna.
Password yang memiliki makna relatif mudah untuk ditebak. Jadi penggunaan nama
anggota keluarga, alamat, tanggal lahir, dan sejenisnya harus dihindari.
3)
Tidak terdiri dari urutan abjad atau
angka, misalnya ‘67890’ atau ‘hijklmn’.
4)
Sebaiknya diberi periode berlaku. Ini
berarti harus sering mengganti password.
5)
Jangan gunakan nama login (username)
sebagai password dalam bentuk apapun, baik dengan mengganti huruf kapital,
dibalik, diulang, dan sebagainya.
6)
Jangan menggunakan kata-kata yang umum
dan terdapat dalam kamus.
7)
Jangan pernah menuliskan password yang
Anda pakai di tempat-tempat yang dapat diakses umum.
8)
Jangan membuat password yang membuat
Anda kesulitan untuk menghafalnya. Buatlah password yang mudah diingat, namun
sulit untuk ditebak.
9)
Jangan pernah memberitahu password Anda
kepada orang lain.
10) Apabila
diperlukan, ada baiknya jika menggunakan software atau utilitas tambahan untuk
menambah keamanan komputer Anda.
Comments
Post a Comment